TANAMAN OBAT : LIDAH BUAYA

Posted: Agustus 14, 2009 in Tak Berkategori
Tag:, , , , , , , , ,

Lidah buaya telah lama dijuluki sebagai medical plant (tanaman obat) atau master healing plant (tanaman penyembuh utama). Tumbuhan ini menyerupai kaktus. Daunnya meruncing berbentuk taji, bagian dalamnya bening, bersifat getas dengan tepi bergerigi.
Jelly lidah buaya
Kemasan : 7500, Kiloan : 42 Ribu/lg

Lidah buaya yang nama Latinnya Aloe vera L. tergolong ke dalam suku Liliaceae. Aloe berarti senyawa pahit yang bersinar. Eksudat (getah) tanaman ini pahit rasanya, tetapi dapat digunakan sebagai obat penyembuh pada berbagai penyakit kulit.

Pada awalnya lidah buaya tumbuh liar di tempat berudara panas. Karena bentuknya yang unik, kemudian juga ditanam di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias.

Belakangan ini lidah buaya dibudidayakan secara besar-besaran untuk tujuan industri, baik industri pangan maupun nonpangan. Cara menanamnya pun cukup mudah. Hanya dengan memisahkan tunas dari batang daun induknya.

Lidah buaya dapat tumbuh subur hampir di semua benua, terutama di daerah beriklim panas, seperti Indonesia. Diperkirakan lebih dari 350 spesies lidah buaya yang tersebar luas di seluruh penjuru dunia.

Dewasa ini tanaman lidah buaya menjadi salah satu komoditas pertanian yang punya peluang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia sebagal usaha agribisnis. Beberapa daerah terutama di Pulau Jawa dan Kalimantan telah membuktikan keberhasilan produksi lidah buaya.

Budi daya lidah buaya di Pontianak (Kalimantan Barat) mampu menghasilkan produksi 8.000 kg/ha dengan berat pelepah mencapai 1,5 kg dan panjang 7O cm. Potensi wilayah pertanaman lidah buaya di Kalimantan Barat kurang lebih seluas 20.000 ha, setara dengan produksi kira-kira 200.000 ton daun segar lidah buaya per bulan.
Teh Lidah Buaya, per kotak 25 ribu

Tanaman Serbaguna

Bagian-bagian dari tanaman lidah buaya yang umum dimanfaatkan adalah: (a) daun, yang dapat digunakan langsung, baik secara tradisional maupun dalam bentuk ekstrak, (b) eksudat (getah daun yang keluar bila dipotong, berasa pahit dan kental), secara tradisional biasanya digunakan langsung untuk pemeliharaan rambut, penyembuhan luka, dan sebagainya, (c) gel (bagian berlendir yang diperoleh dengan menyayat bagian dalam daun setelah eksudat dikeluarkan), bersifat mendinginkan dan mudah rusak karena oksidasi, sehingga dibutuhkan proses pengolahan lebih lanjut agar diperoleh gel yang stabil dan tahan lama.

Gel lidah buaya mengandung karbohidrat tercerna, sehingga dapat digunakan sebagai minuman diet. Gel lidah buaya tersusun oleh 96 persen air dan 4 persen padatan yang terdiri dari 75 komponen senyawa berkhasiat. Khasiat hebat yang dimliki aloe vera sangat terkait dengan ke-75 komponen tersebut secara sinergis.

Sumber Zat Gizi

Lidah buaya mempunyai kandungan zat gizi yang diperlukan tubuh dengan cukup lengkap, yaitu vitamin A, B1, B2, B3, B12, C, E, choline, inositol dan asam folat. Kandungan mineralnya antara lain terdiri dari: kalsium (Ca), magnesium (Mg), potasium (K), sodium (Na), besi (Fe), zinc (Zn), dan kromium (Cr). Beberapa unsur vitamin dan mineral tersebut dapat berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami, seperti vitamin C, vitamin E, vitamin A, magnesium, dan zinc. Antioksidan ini berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan berbagai penyakit degeneratif.

Daun lidah buaya segar mengandung enzim amilase, catalase, cellulase, carboxypeptidase, dan lain-lain. Selain itu, lidah buaya juga mengandung sejumlah asam amino arginin, asparagin, asam aspartat, alanin, serin, valin, glutamat, treonin, glisin, lisin, prolin, hisudin, leusin dan isoleusin.

Sumber Antioksidan
Dodol Lidah Buaya
Kemasan 7000 ribu per kotak
40 ribu per kilo/Curah

Senyawa antioksidan potensial telah berhasil diisolasi dari ekstrak metanol aloe vera (Aloe barbadensis Miller) dengan teknik kombinasi kromatografi kolom (column chromatography) dan kromatografi lapis tipis (thin layer chromatography). Analisis secara in vitro menggunakan homogenat otak tikus, menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan senyawa tersebut sama kuatnya dengan yang ditunjukkan oleh alfatokoferol (vitamin E). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa senyawa tersebut tergolong ke dalam golongan fenolik (Lee et al., 2000).

Fase pertumbuhan (umur panen) ternyata berpengaruh penting terhadap komposisi dan aktivitas antioksidan tanaman lidah buaya. Pengujian dilakukan terhadap konsentrasi dan aktivitas antioksidan senyawa golongan flavonoid dan polisakarida dari lidah buaya berumur 2, 3, dan 4 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa lidah buaya yang berumur 3 tahun mempunyai kandungan polisakarida dan flavonoid lebih besar dibandingkan yang berumur 2 dan 4 tahun.

Urutan aktivitas antioksidan masing-masing dibandingkan dengan kontrolnya, yaitu BHT (benzoyl hydroxytoluene) dan alfatokoferol, diurutkan dari yang paling kuat hingga paling lemah: lidah buaya umur 3 tahun > BHT > lidah buaya umur 4 tahun> alfa-tokoferol> lidah buaya umur 3 tahun menunjukkan aktvitas penangkapan terhadap radikal bebas paling kuat (72,19 persen) dibandingkan BHT (70,52 persen) dan alfa-tokoferol (65,20 persen) (Saada et al., 2003).

Unsur-unsur yang ditemukan pada daun lidah buaya menunjukkan adanya hubungan yang saling sinergis dalam mempertahankan integritas status antioksidan dalam tubuh. Pengujian dengan menggunakan tikus irradiasi yang diberi filtrat jus daun lidah buaya sebanyak 0,25 ml/kg berat badan/hari, selama 5 hari sebelum irradiasi dan 10 hari setelah irradiasi, menunjukkan adanya perbaikan yang nyata terhadap aktivitas enzim superoksida dismutase (SOD) dan katalase pada organ paru-paru, ginjal, dan jantung (Saada et al., 2003). SOD dan katalase merupakan enzim dan sekaligus antioksidan intraseluler yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.

Penyembuh Penyakit Kulit

Gel lidah buaya memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antijamur, meningkatkan aliran darah ke daerah yang terluka, dan menstimulasi fibroblast, yaitu sel-sel kulit yang bertanggung jawab untuk penyembuhan luka. Publikasi pada American Podiatric Medical Association menunjukkan bahwa pemberian gel aloe pada hewan percobaan, baik dengan cara diminum maupun dioleskan pada permukaan kulit, dapat mempercepat penyembuhan luka.

Pemberian gel aloe secara oral (diminum) sebanyak 100 mg/kilogram berat badan selama dua bulan dapat mengurangi ukuran luka sebanyak 62 persen, dibandingkan 51 persen pada kelompok kontrolnya (tanpa pemberian gel). Pengolesan krim yang mengandung 25 persen gel aloe pada permukaan luka selama enam hari dapat mengurangi ukunan luka sebesar 51 persen dibandingkan 33 persen pada kelompok kontrolnya.

Publikasi pada Journal of Dermatolagic Surgery and Oncology juga menunjukkan bahwa aloe dapat mempercepat penyembuhan pasca operasi. Gel aloe juga dapat digunakan untuk campuran krim facial penyembuhanjerawat. Campuran krim facial dengan gel aloe dapat menyembuhkan jerawat, 72 jam lebih cepat dibandingkan kelompok tanpa aloe.

Aloe juga dapat digunakan untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar X. Penelitian di Hoshi University Jepang menunjukkan, aloe mengandung senyawa antioksidan yang mampu menyingkirkan radikal bebas akibat radiasi, serta melindungi dua komponen penyembuh luka yang secara alami ada di dalam tubuh, yaitu superoksida dismutase (enzim antioksidan) dan glutation (asam amino yang menstimulasi sistem kekebalan).

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pemberian 0,5 persen ekstrak aloe ke dalam krim campuran minyak dan mineral dapat menyembuhkan penyakit psoriasis (sejenis penyakit kulit).

Obat, Makanan, Minuman

Pemanfaatan lidah buaya semakin lama semakin berkembang. Mula-mula lidah buaya hanya dikenal sebagai obat luar, dengan berbagai kegunaan. Di antaranya sebagai penyubur rambut, penyembuh luka (luka bakar/tersiram air panas), obat bisul, jerawat/noda hitam, pelembab alami, antiperadangan, antipenuaan, serta tabir surya alami.

Daun lidah buaya juga dapat diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman, berupa sejenis jeli, minuman segar sejenis jus, nata de aloe, dawet, dodol, selai, dan lain-lain. Makanan dan minuman hasil olahan lidah buaya sangat berpotensi sebagai makanan/minuman kesehatan. Hal tersebut disebabkan oleh kombinasi kandungan zat gizi dan nongizi yang memiliki khasiat untuk mendongkrak kesehatan.

Kegunaan lidah buaya sebagai makanan/minuman antara lain berkhasiat untuk: cacingan, susah kencing, susah buang air besar (sembelit), batuk, radang tenggorokan, hepatoprotektor (pelindung hati), imunomodulator (pembangkit sistem kekebalan), diabetes melitus, penurun kolesterol, dan penyakit jantung koroner.

Menurut beberapa penelitian, yang paling baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera barbadensis Miller. Lidah buaya jenis tersebut mengandung 75 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Mengingat demikian besar manfaat lidah buaya bagi kesehatan, tidak ada salahnya kita memasukkan produk olahannya ke dalam pola makan sehari-hari.

Iklan

Terima kasih, info lanjutan085252615026

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s