Peluang Zakat Untuk Pendidikan

Posted: Juni 6, 2009 in Tak Berkategori
Tag:, , , , , ,

Membicarakan tentang rivalitas kualitas pendidikan dan biaya pendidikan seolah tak kunjung selesai. Kelihatannya begitu paradoks, saat ini jika kita menginginkan pendidikan dengan kualitas yang baik, maka kita sudah bersedia mengeluarkan sejumlah dana, sedangkan ketika kita tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk menunjang pendidikan, maka solusinya adalah menghapus seluruh harapan, dan kemudian kalaupun sekolah, tentunya di ruang pendidikan nyaris tanpa mutu, disebabkan oleh ketidakmampuan guru dalam memberikan pendidikan secara maksimal.

Persoalan ini tentu akan selesai jika dikembalikan kepada pokok masalahnya, yakni tentang kelembagaan atau status dari lembaga pendidikan. Pada dasarnya sekolah atau lembaga pendidikan didirikan atas keinginan social, baik sekolah swasta maupun sekolah yang dikelola oleh pemerintah. Keinginan social ini diartikan bahwa seluruh aktivitas tidak diperuntukkan untuk memperoleh keuntungan semata dan tidak bisa memiliki asset-aset oleh pendiri atau pengelolanya. Pendiriaan sebuah lembaga pendidikan, seharusnya bermula dari adanya itikad untuk mengadakan kegiatan social guna membantu masyarakat yang membutuhkan, bukan malah menjadi momok yang menakutkan bagi kemiskinan sebagian orang yang tidak bisa mengenyam pendidikan secara maksimal.
Eri Sudewo (2004 : 209) berujar tentang lembaga pendidikan “menarik untuk disimak adalah pengelolaan lembaga sekolah yang not for profit. Dalam mendirikan bangunan sekolah dan menyiapkan fasilitas lainnya, pihak sekolah atau yayasan yang mengelolanya meminjam sejumlah uang dari bank atau perseorangan. Untuk melunasi utang tersebut, pihak sekolah mengutip iuran dari tiap orang tua murid dengan nama Uang Pembangunan Sekolah. Status iuran uang pembangunan sekolah dari orang tua murid adalah infak sedekah. Setelah lunas, muncullah sebuah pertanyaan “milik siapakah bangunan sekolah dan fasilitas lainnya di sekolah itu?
Pertanyaan tentang status kepemilikan memerlukan jawaban yang tepat, dengan status uang yang diberikan oleh para orang tua siswa adalah infak sedekah, maka status sesungguhnya adalah bahwa bangunan beserta fasilitas yang dimiliki oleh sebuah lembaga pendidikan adalah dikelola, bukan dimiliki.
Sekolah adalah lembaga not for profit. Jasa pendidikan yang ditawarkan, harus dibayar oleh penerima jasa itu. Dalam hal ini orang tua siswa yang membayar SPP, sebagai pengganti jerih payah guru dan pengelolaan sekolah. Dengan demikian sleuruh biaya operasional, termasuk gaji guru dan seluruh pekerja sekolah ditanggulangi oleh orang tua dan wali murid.
Realitas yang terjadi sesungguhnya menunjukkan bahwa apa yang menjadi kerangka ideal pengelolaan pendidikan demikian rapuh, tergusur oleh ketidakpuasaan, sikap terburu-buru dalam mengambil keputusan. Tingginya SPP yang harus dibayarkan oleh orang tua, rupanya bertolak belakang dengan tingkat kesejahteraan guru, berdiri di antara kepungan idealisme dan pragmatisme.

Menangkap Peluang Zakat Untuk Pendidikan
Bagaimana membicarakan peluang zakat? Jika derajat pembayar zakat tidak menunjukkan angka signifikan, kalaupun beranjak naik itu sebatas ritual tahunan, ramadhan membayar zakat, selepas itu tak meninggalkan jejak. Namun peluang zakat untuk pendidikan tetap layak untuk dibicarakan, dicarikan solusinya, mewujudkan pendidikan berkualitas namun tak mengangkangi ketidakmampuan masyarakat miskin.

Peluang panutan
Peluang panutan, adalah zakat yang bisa memberikan kekuatan untuk memberikan teladan tentang pengelolaan lembaga pendidikan dengan dana zakat dan infak masyarakat, atau apabila meminta imbalan dari orang tua murid, adalah biaya yang mudah dijangkau.
Peluang panutan, sebab mustahil di zaman yang serba materialistik ini membuat semua orang bisa percaya bahwa ada sekolah yang berkualitas namun sepenuhnya transparan, ada laporan keuangan dan lain sebagainya.

Peluang Pendidikan Berkualitas
Apa jadinya anak-anak kita nanti apabila dibesarkan dan dididik dari dana entah berantah. Bantuan Operasional Sekolah misalnya, adalah bentuk subsidi dari kenaikan BBM, bantuan prosentase dari ketidakmampuan masyarakat. Maka pendidikan berkualitas berasal dari dana zakat, infak dan shadaqah memungkinkan secara spiritual untuk membentuk anak-anak yang sholeh dan sholehah.

Peluang Amal Berlipat Ganda
Adanya lembaga pendidikan yang dikelola dengan dana umat adalah peluang amal pahala yang tak pernah putus. Setiap kalimat kebajikan yang dibaca dan dihafalkan oleh anak-anak disekolah, secara merata tak berkurang sedikitpun untuk dinikmati pahalanya oleh semua donatur.

rest on the beach

Iklan
Komentar
  1. SRIWAYUNENGSIH berkata:

    HAI MAS BOLEH NAYA ITU ANAK SIAPA CAKEP BANGAT BOLEHKAN SRI BILANG KARNA SRI NULIS TIDAK PERNA DIBALAS OLEH ORANG INDONESIA APA SUDAH SOMBONG AMA TEMAN YANG JAU

  2. muzzaki berkata:

    ohh anak saya itu, ini sri mana? adakah pernah kenal?

  3. SRIWAYUNENGSIH berkata:

    oh jangan takut dengan sri sri juga udah nikah ama arang belanda jadi jangan takut sri lihat di leftop sri internet tentang indonesia bukan haya dengan kamu kalau takut jangan email dikomputer sri juga udah sepuluh tahun menikah piet vd boezem itu nama suami sri sri belum kenal anda

  4. Denie berkata:

    Ok..jd bisa dunk membayar Zakat di Indonesia, lumayanlah untuk membantu Sekolah Untuk Dhuafa di kalbar

  5. SRIWAYUNENGSIH berkata:

    orang indonesia mau juga fia intenet tapi kalau kirim juga takut ama isteriya jawaban anda tidak meyenang kan memang sri belum kenal anda sri banyang nulis ama orang indonesia tapi mereka jawab dengan baik kamu kira sri siapa

  6. SRIWAYUNENGSIH berkata:

    sri juga banyak kok bantu indonesia terutama anak yatim piatu sri juga sering nulis lewat internet sekarang jadi kejewa karna anda kira sri ini naksir anda tidak teman teman sri disini bilang jangan nulislagi sri kontak ama dibangdung jakarta kalimatan dan disolo namaya connielianto dia baik arongya semoga sukses

Terima kasih, info lanjutan085252615026

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s